Setelah membaca dan mempelajari skripsi dari kaka senior saya "Nur FItriani" yang berjudul “Partikel Hal ( هل) dan Hamzah (أ ) dalam Al-quran Dan padanannya dalam bahasa Indonesia” saya akhirnya meringkas skripsi tersebut yang dapat pembaca lihat dalam link berikut: https://docs.google.com/document/d/1vHsgp9eUx8fHUwY8pxKhTZWjxekGOGkCSCluj3IY88I/edit?usp=sharing
Bertujuan agar memudahkan pembaca dalam memahami pembahasan materi qowaid terkait “Partikel Hal ( هل) dan Hamzah (أ ).
Sastra Arab asik loh...
Jumat, 13 Februari 2015
Rabu, 03 Desember 2014
Pembahasan terkait hamzah qatho dan hamzah washL
Pada huruf :
Semua huruf menggunakan hamzah qotho kecuali "alif lam" yang bertujuan untuk ma'rifah
Pada isim :
Semua isim dalam bahasa arab semua menggunakan hamzah qotho;
kecuali 7:
isim=nama
ibn=anak lk
ibnatun=anak pr
imruun=lk
imroatun=pr
isnaani=2lk
isnataan=2pr
Pada fiil :
Semua fiil (madhi, mudhore, amr) rubai' pake hamzah qotho
co: akhroja
fiil madhi pada fiil tsulasi menggunakan hamzah qotho
co: akala, akhoja
fiil madhi khumasi dan tsudasi menggunakan hamzah wasl
co: istaghfaro
untuk fiil amr tsulasi, khumasi, dan tsudasi menggunakan hamzah washl
co: istaghfir menjadi wastaghfir
semua masdar tsulasi dan rubai menggunakan hamzah qotho
co; ikram
semua masdar khumasi dan sudasi menggunakan hamzah washl
co; imtihan
semua fiil mudhore baik itu tsulasi, khumasi dan tsudasi menggunakan hamzah qotho
co: adkhulu, astaghfiru
Semua huruf menggunakan hamzah qotho kecuali "alif lam" yang bertujuan untuk ma'rifah
Pada isim :
Semua isim dalam bahasa arab semua menggunakan hamzah qotho;
kecuali 7:
isim=nama
ibn=anak lk
ibnatun=anak pr
imruun=lk
imroatun=pr
isnaani=2lk
isnataan=2pr
Pada fiil :
Semua fiil (madhi, mudhore, amr) rubai' pake hamzah qotho
co: akhroja
fiil madhi pada fiil tsulasi menggunakan hamzah qotho
co: akala, akhoja
fiil madhi khumasi dan tsudasi menggunakan hamzah wasl
co: istaghfaro
untuk fiil amr tsulasi, khumasi, dan tsudasi menggunakan hamzah washl
co: istaghfir menjadi wastaghfir
semua masdar tsulasi dan rubai menggunakan hamzah qotho
co; ikram
semua masdar khumasi dan sudasi menggunakan hamzah washl
co; imtihan
semua fiil mudhore baik itu tsulasi, khumasi dan tsudasi menggunakan hamzah qotho
co: adkhulu, astaghfiru
Rabu, 08 Oktober 2014
the production of vocal sounds (إنتاج أصوات الكلام)
Dalam pembentukan bunyi bahasa (أصوات الكلام) bergantung pada tiga unsur. yaitu:
1. source of energy (مصدر طاقة)
unsur pertama yang dibutuhkan untuk menghasilkan bunyi adalah energi. jika tidak ada energi/kekuatan maka mustahil akan tercipta suatu bunyi
sumber energi utama saat terjadinya bunyi adalah adanya udara dari paru-paru. udara dihirup kedalam paru-paru lalu kemudian dihembuskan keluar bersamaan dengan proses bernafas. nah... udara yang dihembuskan inilah yang nantinya akan mendapat hambatan di berbagai organ/alat bicara diproses sehingga terjadi bunyi bahasa.
2. vibrating body (جسم يتذبذب)
unsur kedua adalah bagian yang bergetar. sama halnya seperti pada gitar atau biola yang memiliki senar untuk dipetik lalu menimbulkan getaran, pada manusia pun ada bagian yang bergetar saat memproduksi bunyi. apa itu? jawabannya adalah pita suara. pita suara manusia terletak di tengah tenggorokan (jakun) berbentuk kubus dan didalamnya terdapat dua helai -seperti benang- lentur yang berfungsi sebagai media getar. semakin besar jakun maka semakin besar pula bunyi yang dihasilkan, itulah mengapa pada laki-laki biasanya memiliki suara lebih besar dan berat ketimbang wanita.
3. resonator (حجرة رنين)
unsur yang terakhir ialah resonator/resonasi. apa itu resonasi? resonasi adalah tempat udara/kotak udara. coba lihat bagian2 pada gitar! dibagian bawahnya terdapat kotak kosong yang dilubangi tengahnya bukan?? nah itulah yang dinamakan resonator (ruang/kotak udara). lalu bagaimana resonator pada manusia? mudah saja, coba kau bandingkan ketika sedang berbicara bersama temanmu di dalam ruangan dan diluar ruangan. mana yang lebih terdengar jelas suaranya? jawabannya tentu saja yang di dalam ruangan. Inilah fungsi dari resonator.
Demikian ketiga usur tadi adalah unsur pokok dalam pembentukan bunyi bahasa. ^^
1. source of energy (مصدر طاقة)
unsur pertama yang dibutuhkan untuk menghasilkan bunyi adalah energi. jika tidak ada energi/kekuatan maka mustahil akan tercipta suatu bunyi
sumber energi utama saat terjadinya bunyi adalah adanya udara dari paru-paru. udara dihirup kedalam paru-paru lalu kemudian dihembuskan keluar bersamaan dengan proses bernafas. nah... udara yang dihembuskan inilah yang nantinya akan mendapat hambatan di berbagai organ/alat bicara diproses sehingga terjadi bunyi bahasa.
2. vibrating body (جسم يتذبذب)
unsur kedua adalah bagian yang bergetar. sama halnya seperti pada gitar atau biola yang memiliki senar untuk dipetik lalu menimbulkan getaran, pada manusia pun ada bagian yang bergetar saat memproduksi bunyi. apa itu? jawabannya adalah pita suara. pita suara manusia terletak di tengah tenggorokan (jakun) berbentuk kubus dan didalamnya terdapat dua helai -seperti benang- lentur yang berfungsi sebagai media getar. semakin besar jakun maka semakin besar pula bunyi yang dihasilkan, itulah mengapa pada laki-laki biasanya memiliki suara lebih besar dan berat ketimbang wanita.
3. resonator (حجرة رنين)
unsur yang terakhir ialah resonator/resonasi. apa itu resonasi? resonasi adalah tempat udara/kotak udara. coba lihat bagian2 pada gitar! dibagian bawahnya terdapat kotak kosong yang dilubangi tengahnya bukan?? nah itulah yang dinamakan resonator (ruang/kotak udara). lalu bagaimana resonator pada manusia? mudah saja, coba kau bandingkan ketika sedang berbicara bersama temanmu di dalam ruangan dan diluar ruangan. mana yang lebih terdengar jelas suaranya? jawabannya tentu saja yang di dalam ruangan. Inilah fungsi dari resonator.
Demikian ketiga usur tadi adalah unsur pokok dalam pembentukan bunyi bahasa. ^^
كيفية النطق atau cara pelafalan bunyi pada manusia
Ada 7 cara bagaimana udara keluar dari lisan manusia :
1. bunyi letupan (انفجارية) atau dalam bahasa fonetik disebut dengan "Plosif". Cara pelafalannya mulut ditutup rapat lalu kemudian dibuka sehingga terjadi letupan. Seperti pada huruf |ﺏ| |ﺕ| |ﺩ|
2. Bunyi desis atau geseran (احتكاكي) "frikatif". cara pelafalannya artikulator aktif mendekati artikulator pasif. contoh pada huruf ظ dan ذ
3. bunyi paduan (مركب) "afrikat". bunyi inierupakan paduan antara letupan dan geseran. cara pelafalannya dengan cara ditutup rapat lalu kemudian diturunkan pelan-pelan sehingga udara dapat keluar. dalam bahasa arab hanya ada satu huruf afrikat yaitu huruf |ﺝ|.
4. bunyi sampingan (جانبي) "lateral". cara pengucapannya udara lewat kiri dan kanan karena lidah menyentuh alveolar atau gusi atas sebagai artikulator pasif. apiko alveolar. contoh pada huruf |ل|
5. bunyi getaran (مكرر) "drill". cara pelafalannya artikulator aktif mendekati artikulator pasif dengan berulang-ulang. hanya ada satu huruf drill yaitu huruf |ر|.
6. bunyi hampiran (نصف الحركة) "aproksimal". cara membacanya sama seperti pada huruf vocal, dilepas. hurufnya ada 2 yaitu |و||ي|
7. bunyi sengau (انفي) "nasal". pada bunyi ini udara keluar melewati rongga hidung. contoh pada huruf |م| & |ن|.
dari semua huruf vocal dan konsonan dalam bahasa arab, yang mendominasi dalam hal pelafalan adalah bunyi letupan dan bunyi geseran.
1. bunyi letupan (انفجارية) atau dalam bahasa fonetik disebut dengan "Plosif". Cara pelafalannya mulut ditutup rapat lalu kemudian dibuka sehingga terjadi letupan. Seperti pada huruf |ﺏ| |ﺕ| |ﺩ|
2. Bunyi desis atau geseran (احتكاكي) "frikatif". cara pelafalannya artikulator aktif mendekati artikulator pasif. contoh pada huruf ظ dan ذ
3. bunyi paduan (مركب) "afrikat". bunyi inierupakan paduan antara letupan dan geseran. cara pelafalannya dengan cara ditutup rapat lalu kemudian diturunkan pelan-pelan sehingga udara dapat keluar. dalam bahasa arab hanya ada satu huruf afrikat yaitu huruf |ﺝ|.
4. bunyi sampingan (جانبي) "lateral". cara pengucapannya udara lewat kiri dan kanan karena lidah menyentuh alveolar atau gusi atas sebagai artikulator pasif. apiko alveolar. contoh pada huruf |ل|
5. bunyi getaran (مكرر) "drill". cara pelafalannya artikulator aktif mendekati artikulator pasif dengan berulang-ulang. hanya ada satu huruf drill yaitu huruf |ر|.
6. bunyi hampiran (نصف الحركة) "aproksimal". cara membacanya sama seperti pada huruf vocal, dilepas. hurufnya ada 2 yaitu |و||ي|
7. bunyi sengau (انفي) "nasal". pada bunyi ini udara keluar melewati rongga hidung. contoh pada huruf |م| & |ن|.
dari semua huruf vocal dan konsonan dalam bahasa arab, yang mendominasi dalam hal pelafalan adalah bunyi letupan dan bunyi geseran.
Asimilasi (المماثلة) dan disimilasi (المخالفة)
A. Assimilation/asimilasi adalah keterpengaruhan bunyi oleh bunyi yang ada didekatnya. Atau dapat juga diartikan sebagai proses saling mempengaruhi antar dua bunyi atau lebih.
Dapat dikatakan asimilasi apabila sebuah bunyi menjadi bunyi lain sebagai akibat dari bunyi yang berada di lingkungan/di dekatnya, sehingga bunyi itu menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinya.
Contoh :
Dalam bahasa Indonesia, kata sabtu sering diucapkan menjadi saptu
Dalam bahasa arab, pada kata “من بعد” tidak lagi dibaca min-ba’di akan tetapi dibaca mimba’di. Bunyi pada huruf “ن” dipengaruhi oleh huruf setelahnya yaitu huruf “ب”
Ada dua jenis asimilasi jika ditinjau dari bunyi yang mempengaruhinya:
1. Asimilasi progresif (التقدمي)
Bunyi kedua dipengaruhi oleh bunyi pertama (تأثر الثني بالأول)
Mempengaruhi bunyi pertama terhadap bunyi kedua (تأثير الأول في الثاني)
Contoh : pelafalan pada kata إزتجر berubah menjadi إزدجر
Jadi, bunyi yang berubah terletak dibelakang bunyi yang mempengaruhinya.
2. Asimilasi regresif (الرجعي)
Bunyi pertama dipengaruhi oleh bunyi kedua (تأثر الأول بالثاني)
Mempengaruhi bunyi kedua terhadap bunyi pertama (تأثير الثاني في الأول)
Contoh : “من بعد” “ينبت”
Berdasarkan kualitas pengaruhnya, asimilasi terbagi menjadi dua :
1. Asimilasi kompli, yaitu apabila pengaruhnya menyeluruh. Seperti pada ما+منmenjadi مما dimana konsonan /n/ melebur menjadi /m/. dalam bahasa arab asimilasi ini disebut idgham “إدغام”.
2. Asimilasi parsial, yaitu apabila pengaruhnya sebagian. Seperti قطع +إن (in-qata’a) menjadi إنقطع (ingqata’a). dalam bahasa arab asimilasi ini disebut ikhfa “إخفى”.
B. Dissasimilation/disasimilasi adalah perubahan bunyi dari dua bunyi yang sama atau mirip menjadi bunyi yang berbeda.
Contoh :
Dalam bahasa Indonesia kata “berajar” berubah menjadi “belajar”
Dalam bahasa arab أملل berubah menjadi أملى
Disimilasi merupakan proses yang berlawanan dengan asimilasi, karena dalam asimilasi huruf yang berlainan disamakan, sedangkan dalam disimilasi huruf yang sama ditukar agar menjadi berlawanan. Kedua proses ini (asimilasi dan disasimilasi) bertujuan untuk memudahkan penutur dalam berbicara, dan mengurangi kerja otot kita dalam mengucapkan kata-kata.
Bunyi yang beraspirasi dan tidak beraspirasi
Aspirasi adalah hembusan. Sedangkan bunyi aspirasi adalah bunyi plosif (letupan) yang ada diawal suku kata dan jika diucapkan mengandung/disertai dengan hembusan nafas.
Bunyi aspirasi hanya ada pada bunyi plosif (letupan) dan berada di awal suku kata. Macam-macam bunyi letupan : ب ت د ك
Cara mengetahui apakah suatu bunyi beraspirasi atau tidak, dapat menggunakan selembar kertas kecil yang diletakkan di telapak tangan lalu ucapkanlah kata “takalam”. Maka kertas kecil tersebut pasti akan bergerak. Demikianlah yang dimaksud dengan bunyi aspirasi, saat bunyi yang keluar disertai dengan hembusan nafas.
Dan sebaliknya, bunyi non aspirasi atau yang tidak beraspirasi adalah bunyi yang tidak disertai dengan hembusan nafas ketika diucapkan.
Bunyi aspirasi tidak dimiliki oleh semua bahasa, hanya pada bahasa tertentu saja. Dan bahasa arab termasuk salah satu bahasa yang memiliki bunyi yang beraspirasi.
Segmental dan Suprasegmental
Unsur segmental adalah unsur yang dapat disegmentasikan atau dipotong-potong. Sedangkan unsur suprasegmental adalah unsur yang tidak dapat disegmentasikan atau dipisah hanya berupa tekanan, panjang-pendek, intonasi dan jeda yang menyertai fonem pada saat diucapkan.
Fonem segmental adalah fonem yang bisa dipotong-potong, kita bisa menyebutkan bunyinya secara terpisah seperti /ب/, /ت/, /ج/ dan dalam penulisannya pun dapat di segmentasikan terdiri dari vocal dan konsonan yang terjadi dari gerakan alat ucap.
Fonem suprasegmental adalah fonem yang tidak dapat disegmentasikan atau dipisah karena dia merupakan bunyi yang menyertai ketika kita mengucapkan bunyi-bunyi segmental. Ketika dapat mengubah makna disebut fonem, jika tidak mengubah makna maka disebut bunyi-bunyi biasa. Fonem suprasegmental terbagi menjadi 4 yaitu:
1. Tekanan/stress/النبر
2. Jeda/juncture/ الوقفة
3. Titi nada/pitch/ طبقة الصوت
4. Intonasi/intonation/ نمط التنغيم
Tekanan: keras lemahnya bunyi yang kita keluarkan
Jeda: hentian sesaat ketika kita berbicara
Titi nada: tinggi rendahnya bunyi yang kita keluarkan
Intonasi: rangkaian titi nada, tekanan, dan jeda yang menjadi satu ujaran yang membedakan makna.
Langganan:
Komentar (Atom)